Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mentawai Bentuk Pokja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman
Tuapejat - Pemerintah
Kabupaten Kepulauan Mentawai melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, menyelenggarakan
kegiatan Pembentukan Kelompok Kerja Budaya
Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) di Aula Baperinda pada Selasa (23/6/2026) lalu .
Kegiatan
ini dilaksanakan sebagai upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman,
nyaman, dan kondusif bagi seluruh warga sekolah. Dimana pembentukan kelompok
kerja ini juga merupakan tindak lanjut dari amanat Peraturan Menteri Pendidikan
Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 Pasal 29 tentang Budaya Sekolah Aman dan
Nyaman.
Dalam sambutannya , Wakil Bupati
Mentawai mendorong agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bisa mendata terlebih
dahulu . Setiap permasalahan yang ada di setiap satuan pendidikan.Sehingga
program yang akan dirancang dan dilaksanakan nantinya dapat selaras dan bisa
menyelesaikan permasalahan yang ada di Mentawai.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan
tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan yang memiliki peran dalam
penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Kolaborasi lintas
sektor dinilai penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun budaya
sekolah yang mendukung tumbuh kembang peserta didik serta meningkatkan kualitas
proses pembelajaran.
Agar terrwujudnya budaya sekolah
yang aman dan nyaman memerlukan kerja sama dari seluruh pihak, baik pemerintah,
satuan pendidikan, maupun unsur terkait lainnya. Dengan adanya Kelompok Kerja
BSAN, diharapkan upaya pencegahan berbagai bentuk kekerasan, perundungan,
diskriminasi, serta permasalahan lain di lingkungan sekolah dapat dilakukan
secara lebih terarah dan berkelanjutan. Sehingga angka tindak kekerasan ,
perundungan dan permasalahan lainnya dapat mengalami penurunan.
Melalui pembentukan Kelompok Kerja
BSAN ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Mentawai
menegaskan komitmennya dalam menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan
nyaman bagi seluruh peserta didik. Dengan kolaborasi yang kuat antara sekolah,
pemerintah, dan berbagai pihak terkait, program ini diharapkan menjadi langkah
nyata dalam mendukung terwujudnya pendidikan yang berkualitas dan berpusat pada
kebutuhan anak.( DR )
